Home » All posts
Monday, January 12, 2015
untitled
Wednesday, January 7, 2015
Realita Yang Berbeda
Saturday, December 27, 2014
Crap !!
Weheeww, long time no see yawww...
Yup, it six-months-busier-ever lah dari semenjak gua masuk kuliah at the first time hingga saat ini.
Sekarang lagi berke"cemplung" di dunia persilatan Pariwisata. yah, namanya juga anak kepariwisataan di STPB kampus kami, wadah kami menuntut ilmu~~ *oldorganbacksound. Sudah aku post di postingan sebelumnya kalo gua sekarang tersesat di jalan yang benar *khitistyle.
Nggak kerasa udah hidup di The Burning City a.k.a Kota Bandung ini kiranya 6 bulan. Hidup bersama orang-orang baru di kampus dengan seribu macam persoalan dan permasalahan. Gua hidup bersama anak-anak Studi Destinasi Pariwisata 2014 dan selanjurnya disingkat SDP'14 atau bisa dikatakan Kelas Sarjana Kepariwisataan dan mempunyai julukan sendiri untuk angkatan '14 ini "Kelas Lambung Bocor". Kenapa? ke-29 murid di SDP'14 ini mempunyai kekurangan yang sama, PERUTNYA ! Yup, entaah dalam konteks apa kayaknya perut mereka tak akan pernah merasa kenyang. Mereka punya syndrom "Rakusjajan", kalaupun ada satu orang bawa jajanan ke kelas, jangan harap bisa menikmati jajanan yang kalian bawa karena para piranha ini nggak akan pandang bulu siapa yang bawa jajanannya. Tapi inilah yang membawa kita mempunyai cerita tersendiri. Mereka memang sulit untuk bersama dalam hal hangout bareng tapi kalau embel-embelnya makan bareng, entah apa yang akan terjadi. Gue bersyukur mempunyai mereka dengan bermacam sifat yang khas. Karena mereka yang memberikan cerita konyol terbaru yang bisa membuatku senang. Terima kasih semua :) Terima kasih KALAB :3
Oh, Sorry for short post xD ini penampakan mereka :3
| Fieldtrip Pertama di Jakarta |
![]() |
| Fieldtrip Kedua Di Bali |
![]() |
| Foto Akhir Semester wkakaka |
Thursday, July 17, 2014
Story Of Bagendul
Oke, kali ini aku pingin nge-posting sesuatu tentang kebosanan melanda anak pramuka di sekolahku. cerita ini dibuat saat perkemahan adik kelas. Cerita ini juga dibuat oleh orang yang berbeda. Niatnya mau buat cerita berantai. Jadi 1 orang akan menulis satu kalimat dan akan diteruskan oleh orang yang disebelahnya yang duduk melingkar. Orang pertama adalah Ratna K.R , Aku , Ezet (Erlian Zakia AA) , Zakky Z. , Oka N.R. , dan Dinda DN. Mereka saling berurutan menulis 1 kalimat.
Cerita menjadi tidak karuan dan tidak diharapkan.
Jika kalian adalah orang yang mempunyai mental kuat tak masalah dengan cerita ini. tapi yang nggak kuat harap pindah bacaan xD Karena ini masterpiece kenangan kami. So, enjoy it :3
Cerita Anak Bodoh
Udah pada tes universitas ini? Udah lihat SBMPTN yang muncul kemaren sore? Pasti hasilnya ada yang memuaskan dan ada yang mengenasakan. Yah guys, kalau kamu gagal SNMPTN trus ikut SBMPTN gagal trus patah semangat? Ada?
Tadi temenku ada yang berkata "Aku baru ggal 2 kali kok, belum sebanyak Albert Einstein". That's a failure spirit. Orang yang semangat untuk gagal berarti dia adalah orang yang siap untuk mencapai kesuksesan :)
Oh ya masalah ini aku mau mengungkapkan ceritaku. Kehidupan pendidikanku. Bagi kalian yang tahun depan ingin melaksanakan SNMPTN dan SBMPTN dan ingin lolos tanpa ada penyesalan atau jika gagal namun akan tetap mempunyai semangat juang, mungkin ceritaku ini bisa menginspirasi kalian :)
Sebelumnya, aku adalah anak dengan IQ pas-pasan dan sama sekali tidak pintar. Bodoh adalah titik tengah otakku. Meskipun banyak orang mengatakan bahwa aku ini cerdas, yaah, memang aku hanya bisa menggunakan "cerdas" itu sebagai tumpuanku dalam bersekolah.
Dimulai sejak SD. Aku bersekolah di MI Islamiyah Madiun. Sekolah setara SD ini memang menjadi favorit di Madiun. Siswa yang disaring masuk pun adalah siswa-siswa yang akan berprestasi nantinya. Bukan aku. Sekali lagi aku tidak termasuk dalam daftar itu. Saat SD aku hanya berfikir untuk melogika sesuatu. Memang terlihat seperti anak yang cerdas bukan? Tapi seluruh mata pelajaran aku tidak pernah bisa. Matematika, Ipa, Bahasa Indonesia, selalu mendapatkan nilai dibawah minimal. Tapi ada satu pelajaran yang aku mampu, Bahasa Inggris. Mulai itu aku selalu mempelajari bahasa inggris dan ogah-ogahan mempelajari pelajaran lain. beberapa kali orang tua harus dipanggil karena kebodohanku. Bukannya bermalas-malasan belajar, tapi setiap kali belajar aku selalu tidak berkonsentrasi yang menyebabkan sulit sekali mencerna pelajaran-pelajaran itu.
Masuk SMP. Aku diterima di sekolah bertaraf internasional namun masuk kelas reguler, itupun aku berada pada posisi 10 paling bawah. Pada waktu SMP tidak jauh beda dengan kehidupanku di SD. Selalu mendapatkan nilai terjelek. Lagi-lagi orang tua harus dipanggil karena kenakalanku dan nilai-nilai ku disekolah yang tidak memuaskan SAMA SEKALI ! Namun di SMP aku selalu belajaar sungguh-sungguh saat peajaran bahasa inggris. Ya, hanya itu peganganku, hanya itu harapanku.
SMA. Masuk tes di SMA RSBI dengan nilai bahasa inggris yang tinggi dan nilai pelajaran wajib yang rendah. Aku sangat bersyukur karena belajar sungguh-sungguh hanya bahasa inggris bisa membuatku mempunyai alasan untuk diterima di sekolah yang luar biasa itu. Mulai dari sini aku belajar bahwa meskipun hanya ahasa inggris yang aku bisa, aku bisa masuk ke sekolah favorit seperti ini. LAGI-LAGI di SMA !! Aku tidak pernah mendapat nilai bagus, nilai selalu hancur, tidak pernah mengerjakan tugas, ulangan selalu remidi, selalu mendapat rangking terbawah dikelas. Gila. Waktu SMA bahkan pernah divonis guru aku tidak bisa naik kelas. BAYANGPUN !! Yang aku bisa hanya bertingkah konyol dikelas agar teman-temanku mempunyai alasan menerimaku menjadi teman mereka, jika tidak mana mungkin mereka mau berteman denganku.
Ketika teman-temanku mulai bercerita tentang Universitas yang mereka idam-idamkan, aku hanya termenung, "kemana aku akan melanjutkan?" "mau jadi apa aku?". Meskipun aku sempat terprovokasi dengan mereka yang mengatakan bahwa, "Hei, univ ini keren, aku mau masuk univ itu biar sukses" "Hei, pasti aku jadi orang hebat kalo masuk univ ini". Yah, aku hanya menelan ludah saat mereka yang pintar bercerita tentang kesuksesan.
Di kelas 11 aku mengikuti kunjungan kampus ke UB, Universitas Brawijaya. Universitas yang teman-temanku idam-idamkan. Sekolah elit yang pasti akan dipuji jika berhasil lolos masuk di universitas itu. Universitas yang patut dibanggakan. Terbesit pikiran aku juga ingin masuk di universitas itu dengan prodi yang agak susah juga, "Ilmu Komunikasi". Namun kandas, aku sudah mencoba untuk membenarkan dan menaikkan nilai-nilaiku agar bisa masuk Universitas kebanggaan itu. Apa daya, aku gagal. Bahkan insiden itu membuatku terkena vonis aku tidak akan naik ke kelas 12. Sekeras aku belajar guna menaikkan nilaiku di sekolah malah membuatku lelah dan akhirnya terkena vonis seperti itu.
Aku mulai lelah, aku mulai gusar, aku mulai hancur.
Akhirnya tuhan memberikan cahyanya melalui ayahku. "Nak, kenapa kamu nggak nyoba di sekolah pariwisata di bali itu?"
Aku tidak yakin. Bahkan sekolah itu tidak terkenal, tidak seperti UB yang wow banget. Aku mulai berfikir, daripada nantinya aku tidak melanjutkan kuliah, apa boleh buat? Aku mulai cek tes yang di ujikan waktu penerimaan. Bahasa Inggris dan Psikotest ! Otakku mulai aktif lagi. Mungkin sekolah ini yang bisa menerimaku yang hanya bisa bahasa inggris. Akhirnya aku meminta persetujuan orang tuaku. KANDAS KAWAN !! Ibuku tidak membolehkanku sekolah di Bali dengan alasan disana pergaulannya jelek. Aku merenung lagi. Aku mencari sekolah yang sejenis. Ketemulah STP Bandung. Ibuku mengiyakan dan ayahku setuju. Meskipun aku sedikit kecewa dan pesimis tidak berhasil masuk ke UB yang aku banggakan itu, aku harus menerimanya.
Waktu kelas 12 seluruh siswa harus mendaftar SNMPTN. Yah, aku yang saat itu tengah hancur karena pesimis tidak akan lolos UB terpaksa mengisi data. Namun malam sebelumnya aku bertanya pada orang tuaku masalah prodi yang aku pilih nanti. Akhirnya dengan melihat kemampuanku sendiri aku memilih UNS Ilmu Komunikasi karena cita-citaku yang kandas, UNS Sastra Inggris karena aku hanya bisa bahasa inggris dan UNAIR Ilmu Komunikasi untuk pilihan mepet karena harus pilih 3. Kenapa aku tidak memilih UB? Aku mengetahui kemampuanku, aku tau batas kemampuanku, kali ini aku tidak menginginkan pujian, aku hanya ingin kejelasaan bahwa aku akan masuk kuliah, aku tidak ingin mengecewakan orang tua, aku tidak ingin kecewa, aku ingin belajar dengan keterbatasan kemampuanku, aku tidak ingin egois, aku tidak ingin sok-sokan. Dan itulah alasan kenapa aku memilih UNS dan UNAIR yang saat itu berada dibawah UB. Toh aku juga pesimis melihat nilai rapotku yang sedang-sedang aja bahkan mengenaskan. Dan nantinya aku tidak akan terlalu jauh untuk jatuh ketika tidak lolos SNMPTN.
UN. Sempat menjadi orang pesimis yang sedang pesimis saat pesimis. Aku hanya bisa menjawab 5 soal matematika !!!!
Namun aku masih bisa lulus UN dengan nilai yang tidak begitu memuaskan namun cukuplah untuk orang bodoh aneh sepertiku. Dan melihat teman-temanku mendapatkan danem yang bagus-bagus, aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka :')
Pada saat tes STP Bandung, aku memilih jurusan Studi Destinasi Pariwisata sebagai pilihan pertama karena ibukku menyuruhku memilih S1 dan D3 Manajemen Tata Boga sebagai pilihan ke 2 karena aku hanya bisa memasak. Pada penjelasan akademik datanglah profesor dari SDP dan mengatakan "kalian yang memilih SDP ada sekitar 327 orang. Dan jika kalian berhasil masuk ke prodi SDP kalian adalah orang-orang jenius yang terpilih. Karena SDP hanya menampung 1 kelas dan hanya menerima 30 orang. SDP juga adalah prodi unggulan Pariwisata di STP Bandung". Mendengar pernyataan tersebut aku down lagi. Untungnya pilihan nanti akan bisa diganti pada saat sesi wawancara.
Pada saat sesi wawancara aku mengganti pilihan prodiku ke D3 Manajemen Destinasi Pariwisata dan pada pilihan ke 2 tetap. Pada surat pernyataan tersebut ada opsi yang terlulis "Saya bersedia ditempatkan dimanapun sesuai dengan hasil tes yang keluar dan atas keputusan dosen pewawancara". Aku percaya akan lolos tes dengan kemampuanku entah dimanapun prodiku dan pada akhirnya aku centang pada pernyataan itu. Setelah semua tes berakhir aku hanya bisa pasrah saat itu dan harus percaya bahwa aku akan diterima di STP entah pada prodi apapun.
Pada saat pengumuman Alhamdullillah sekeras-kerasnya bagi Allah yang maha adil yang selalu memberikan petunjuk bagi hambanya yang berusaha. Aku lolos STP Bandung dengan prodi yang mengejutkan ! Ya ! Pilihan pertamaku, pilihan yang aku anggap aku tidak bisa melampauinya, SDP ! Ibu ayahku menangis terharu melihat anaknya yang bodoh ini lolos tes dengan prodi yang sangat sulit ditembus. Dan kabar mengejutkan kembali tersebar ke esokan harinya. Lolos SNMPTN UNS S1 Sastra Inggris. Ini sebuah hadiah yang sangat indah. Dan pada akhirnya aku memilih STP sebagai sekolah lanjutanku dan mengirimkan surat pengunduran diri ke UNS.
INTINYA. :
Bagi kalian yang memilih prodi pada SNMPTN atau SBMPTN, pilihlah yang menurut kemampuan kalian bisa melampauinya. Jangan egois memilih. Agar kalian tidak terlalu jauh untuk jatuh. Pastikan juga restu orang tua. Itulah yang paling penting. Ingat kemampuanmu, ingat kecepatanmu, selalu berikhtiar menyerahkan diri ke Tuhan yang maha adil. Pilihlah prodi yang jarang dipilih, karena pasti lulusannya akan ditunggu-tunggu bagi yang membutuhkan dan lowongan pekerjaan pasti melimpah.
Semangat selalu bagi kalian para pejuang nantinya :) semoga bisa memetik sesuatu dari kisahku :) See you at another level of life :D
Sunday, June 29, 2014
Pemilihan Presiden 2014
Ramai sekarang gencar-gencarnya semua masyarakat Indonesia membicarakan tentang Pemilihan Presiden tahun 2014. Ya, memah hal yang musi dibicarakan sih karena ini menyangkut masalah masa depan bangsa Indonesia kita ini
Tahun ini pemilihan prasiden hanya iikuti 2 kandidat capres dan cawapres. Yaitu,
Nomer Urut 1 : Prabowo Subianto - Hatta Rajasa
Nomer Urut 2 : Joko Widodo - Jusuf Kalla
Nah, untuk itu aku sebagai pemilih yang sah ditanggal 9 Juli itu aku wajib menyumbangkan siapa yang menurutku pasntas dan diperlukan untuk memimpin Indonesia kelak 5 tahun kedepan. Untuk awalnya aku memilih Jokowi tapi setelah dijelaskan oleh temenku akhirnya keputusan akhirku menuju ke Prabowo. Mengapa?
Aku disini memilih Prabowo karena masalah National Border. Menurutku hal inilah yang diperlukan negara ini saat ini. Untuk para pendukung Jokowi yang membaca artikel ini untuk tenang. Disini aku hanya menjelaskan mengapa aku memilih Prabowo dengan sudut pandang keamanan dan keutuhan NKRI.
Dilihat dari latar belakang pak Prabowo adalah militer. Ya, ini yaang berhasil mendoktrinku untuk memilih pak Prabowo. Bahkan aku sempat membaca artikel bahwa jika pak Prabowo berhasil menjadi presiden, akan ada kecanggungan hubungan antara Indonesia dengan Amerika. Karena Prabowo sangat disegani oleh Amerika Serikat. NAH !! inilah kode selanjutnya agar kebusukan Amerika bisa berhenti mengembargo ALUTSISTA (Alat Utama Sistem Persenjataan) Indonesia. Selama ini bangsa kita sudah di embargo pesawat oleh amerika seperti pengadaan pesawat tempur F-16. Amerika memberikan hibahan F-16 ke Indonesia dengan syarat-syarat yang rumit. F-16 yang mereka berikan juga bekas yang harus diganti spare part nya. Ini yang sebenarnya jika kita memandang jangka panjangnya akan merugikan Indonesia karena harus terus membeli spare part pesawat tempur yang high cost.
Denger-denger kalau Prabowo jadi presiden nanti masalah Freeport akan segera dihentikan kontraknya dengan Amerika agar hasil dari tambang Freeport bisa seutuhnya bisa dinikmati oleh bangsa kita sendiri.
DAN
Indonesia terletak di tengah-tengah negara-negara persemakmuran Inggris !! seperti Singapore, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini. Baca http://id.wikipedia.org/wiki/Negara-Negara_Persemakmuran. Untuk pertahanan atau jika sewaktu-waktu kita ada perang dunia ke 3 (semoga tidak dan hanya untuk berjaga-jaga) Indonesia akan menjadi target utama dalam perang itu. Karena Indonesia yang bukan negara persemakmuran dan kekayaan alam di Indonesia, pasti !! Indonesia akan kembali dijarah negara eropa. Dan jika alutsista kita kebanyakan dari Amerika, alhasil bantuan persenjataan akan dihentikan dan Indonesia akan mudah di lenyapkan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah menyandarkan diri ke Russia. Jangan dilihat bahwa mereka komunis !! Russia memang menganut komunisme tapi disini kita tegaskan untuk bantuan senjata dan alutsista. Russia tidak akan segan segan membantu Indonesia untuk peperangan melawan Amerika atau Inggris karena mereka juga tidak menyukai kedua negara tersebut. Russia juga pernah membantu menggertak Belanda di Papua dengan bantuan 3 kapal induk dan puluhan light battle ship permintaan Soekarno. Dengan begitu kita akan diselamatkan dari ancaman negara Amerika dan Inggris.
Dan itu hanya bisa dilakukan oleh Pak Prabowo karena notabene pak prabowo yang mengerti betul tentang militer.
Yah, itulah mengapa saya memilih Prabowo menjadi Presiden 5 tahun kedepan :)
Tuesday, December 10, 2013
Pertamina Akan Bangun Menara Tertinggi ke-9 Di Dunia
Selasa, 10-12-2013
PT Pertamina (Persero) telah memulai retasan impian membangun salah satu pencakar langit tertinggi di Indonesia yang ditandai peletakan batu pertama, Senin (9/12/2013) kemarin.
Pencakar langit ini bernama Pertamina Energy Tower. Lokasinya berada di kawasan superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan, gedung kebanggaan Pertamina itu memiliki ketinggian 530 meter dan berisi 99 lantai.
“Luas total bangunannya mencapai 540.000 meter persegi dan akan difungsikan sebagai kantor pusat Pertamina dan anak-anak usahanya dengan kapasitas 23.000 karyawan," tutur Karen.
Ketinggian Pertamina Energy Tower masih kalah menjulang jika dibandingkan dengan menara lainnya di dunia, baik yang sudah terbangun maupun sedang dalam tahap konstruksi. Menurut Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), Pertamina Energy Tower akan menempati peringkat 9 dunia.
Sembilan teratas supertall dan megatall dunia tersebut sebagai berikut:
1. Kingdom Tower Jeddah, Arab Saudi, (1.000 m)
2. Burj Khalifa Dubai, Uni Emirat Arab, (828 m)
3. Ping An Finance Shenzhen, China, (660 m)
4. Wuhan Greenland Center, China, (636 m)
5. Makkah Royal Clock Tower, Arab Saudi, (601 m)
6. Goldin Finance 117 Tianjin, China, (597 m)
7. One World Trade Center New York, Amerika Serikat, (541 m)
8. CTF Guangzhou, China, (530 m)
9. Pertamina Energy Tower Jakarta, Indonesia, (530 m).
Posisi 9 terjangkung dunia ini pun bakal berubah saat Signature Tower Jakarta (STJ) memulai konstruksinya yang dijanjikan Agustus 2014 mendatang. Ketinggian menara yang dikembangkan Artha Graha Group melalui Grahamas Adisentosa ini mengangkasa hingga 638 meter (111 lantai).
Managing Director Pandega Desain Weharima, arsitek dan mitra lokal Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc (desainer STJ), Tiyok Prasetyoadi, mengungkapkan, pada Januari 2014 STJ akan melakukan uji beban.
"Begitu block plan rampung, kami akan langsung melanjutkan dengan uji beban. Kami tinggal menunggu IMB yang keluar pada Juni 2014. Sementara restu dari Dinas Tata Ruang sudah kami kantongi," ujar Tiyok kepada Kompas.com, Senin (9/12/2013).
Pertamina Energy Tower sendiri dijadwalkan dapat beroperasi pada 2020 mendatang, seiring dengan ambisi sebagai perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara pada 2025 (ASEAN Energy Champion).
Selamat Ulang Tahun Emas Ke-50 Pertamina
Wednesday, November 27, 2013
A Blue Dove For The Princess
Chapter I, "The Beginning"
Once upon a time...Chapter II, "Disease of the Princess"
Chapter III, "Thoughts of a Dove"
Chapter IV, "Lark"
Chapter V, "Green Worm"
“You have no wings, so you can’t just fly”, the dove said to the worm. “You are wrong” the worm said, “I can. I can become a pupa and I will have my wings. That’s why I can fly.” “But, not for now” said the dove.
Chapter VI, "Tortoise"
Chapter VII, "Old Tree"
Chapter VIII, "Demon From Above"
Chapter IX, "Magic Fruit"
Although the wind turned the tides against him time and time again, he had to try to get back home, to the castle where the princess was waiting. Flying up and flying high, weaving throughout the forests and breaking through the clouds, in order to catch the wind which would carry him home.Chapter X, "Returning Home"
Chapter XI, "The Ending"
Friday, August 16, 2013
Think That !
Kita tau bahwa sebelum kemerdekaan, para pejuang dan bahkat
rakyat Indonesia berjuang mati-matian memerdekakan negara kita dari jajahan
jepang maupun belanda. Mereka rela mati agar para penjajah dapat meninggalkan
bumi pertiwi. Memang mudah mengatakan seperti itu di jaman yang merdeka seperti
ini. Tapi bagi mereka?? Ini adalah masalah harga diri. Mereka berjuang bukan
hanya memikirkan harga diri mereka sendiri. Mereka juga membawa harga diri
bangsa kita. Terngingang-ngiang di pemikiran mereka, “Kapan kita bisa bebas? Kapan
kita bisa menghirup udara segar tanpa penjajah? Kapan? ”. Sempat-sempatnya
mereka berfikir seperti itu ditengah-tengah ribuan peluru yang melesat cepat
diantara kepala mereka. Bahkan diantara ambang hidup atau mati. Tapi yang pasti
mereka tidak memikirkan hal itu. Yang mereka pikirkan adalah menjadi orang yang
berguna yang bisa membawa kita menuju gerbang kemerdekan Indonesia.Dirgahayu Indonesiaku, Dirgahayu para pejuangmu.
Wednesday, July 10, 2013
Strangemare
Apa yang terjadi kalau lu tiba-tiba bermimpi, lu didatengin anak lu padahal lu masih belum punya anak?? Kaget? Shock? Pasti kepikiran hal-hal yang aneh-aneh.
Ini kejadian malem tadi. Senyenyak-nyenyaknya ibu gue tidur pasti pernah mimpi buruk. Apalagi anaknya !
Oke gini kronologinya.
Berlatar tempat sekolah gue sekarang, tapi agak beda dikit di bagian bangunan depan seperti biasa gue lari-larian karena mungkin gue telat. Sampai di kelaspun semua ada tanpa absen. Hari-hari seperti biasa. PR, Tugas, Presentasi, dan Ulangan dadakan. Gue liat kejendela luar, entahlah, ini kurasa memang mimpi karena gue lihat Naga bear brand lewat -_-a Gue tersedak, gue inget bahwa hari itu ada adek kelas baru masuk SMA. gue teriak-teriak ajak Abe, Gio, dan Bunder teman terdekat gue dan langsung menuju GOR tempat SOW. Setelah SOW selesai berduyun-duyun banyak pelajar-pelajar baru melintasiku, Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang agak mengembang dan di silakan ke samping. Dia manis, diantara siswa-siswa baru dia yang gue rasa paling manis. Dia menghampiriku, aku bertanya, Siapa namamu? terdengar samar, aku lupa namanya. Tapi entahlah namanya terdengar sangat indah.
Namamu cantik. Siapa yang kasih nama?
Benar?? Bukankah kau yang memberiku nama yah??
Yah?? he?? (gue terlihat jelas bingung linglung)
Hei, ayah lupa sama anakmu ini??
Setelah percakapan itu, entah kenapa mimpi itu berubah menjadi pertandingan futsal antara Indo lawan malay -_-a
Setelah bangun tidur gue mengira-ngira.. Ini.. Apa yang terjadi?? Kenapa di mimpi gue itu ada anak yang mengaku anakku? Lalu apa yang terjadi dengan "anakku" dimasa depan?? Gue nggak tau. Gue bukan tuhan ataupun dukun yang bisa lihat kayak gituan. Gue cuman bisa mengira-ngira apa yang terjadi.... Mudah-mudahan tidak akan terjadi apa-apa dengan anak gue di masa yang akan datang.
Dan sampai sekarang gue masih penasaran..........
Saturday, July 6, 2013
Sebuah Fakta Dibalik Kertas Hitam
Akhir-akhir ini.. ahh tidak.. Minggu-minggu terakhir ini aku merasa ada yang mengganjal di dalam sini. Tepat diantara paru-paru. Apa yang terjadi?? Bahkan aku sendiri yang punya, tidak mengetahuinya..... -__- Ironis
Kau tahu...
Hingga saat ini.. Jika aku benar-benar tidak suka padamu..
Kenapa aku harus mencoba untuk selalu menghubungimu?
Mencoba menunggu hingga 1 tahun?
Selalu mendengarkan kisah cintamu, dan aku selalu tersenyum walaupun itu sakit?
Selalu berusaha bersabar untuk tetap menantimu?
Meluangkan waktuku hanya untuk membuatkan sebotol susu dan membuat sarapan untukmu?
Bersepeda saat hujan deras disaat kau merindukanku?
Membuat diriku berpenampilan bodoh hanya untuk membuatmu tertawa?
Menyisakan uang hasil kerjaku untuk membantumu?
Memberikan sesuatu yang fatal?
Untuk apa???
Jika aku memang tidak suka kepadamu. Mungkin aku tidak akan melakukan itu semua.
(Aku ini Playboy dan selalu mengatakan hal itu semua hanya untuk membuatmu percaya)
Aku nggak se-Bajingan itu juga...
Sejak saat itu, sejak aku mulai suka denganmu, aku sudah mulai mencoba untuk tidak membuatmu terluka. bahkan aku berbohong ke semua orang agar kau tidak terluka.
Dengan semua hal itu, aku kini berhak untuk memilikimu..
aku berhak selalu berjalan denganmu..
aku berhak selalu duduk disampingmu
bahkan berhak untuk cemburu.
Aku tidak tau harus berbuat apalagi untuk bisa selalu dekat denganku.
Aku ingin membuktikan bahwa aku sangat sayang padamu.
Saat pembuktian itu, Mungkin aku salah melakuannya. kesalahan sangat fatal??
Aku tidak tau..
Aku terlanjur melakukannya, aku tidak bisa jauh dari itu semua.
Ini akan menjadi hal yang paling menyakitkan.
Aku tidak janji akan berhasil.
Tapi aku akan mencobanya.
Thursday, July 4, 2013
3265 DPL (Long Day Story From Upper World)
Okay, now i will tell you our story at upper world in 3265 DPL
(Above Sea Level). This our long day story from Lawu mountain, Indonesia. This
not just an adventure, this not just a trip....
Sebelumnya gue kasih tau, Figure di balik cerita ini
Fitri (Gopek), Mirna,Yoan, Denata, Dicky, Binti, Vaiz, Rosyid, Oka, Vianda
Ten crazy teenagers
Berangkat dari kota yang hangat ke kota yang dingin. Ditengah jalan, aku dan Oka bertemu dengan rombongan lain yang sudah menunggu di kantor PLN magetan. Kami ber-sepuluh melanjutkan perjalanan menuju Cemoro Sewu, dimana perjalanan panjang kami dimulai. Pukul kurang lebih jam 10 malam, kami sudah mencapai Cemoro Sewu. Sebenarnya kami ingin menginap satu malam dulu di Pos utama Cemoro Sewu.
Kami kurang cepat, kami melihat kurang lebih 15 orang sudah menempati pos itu. Akhirnya kami mendirikan tenda dome, di dekat tower radio milik pos utama Cemoro Kandang. Meskipun baru menempati pos utama, sudah terasa sekali dingin yang menerobos pakaian. Dengan itu, kita akhiri malam dengan tidur dengan berpelukan dengan angin gunung.
Pagi, sekitar jam 5, kami semua sudah bangun. Menanti sunrise sederhana yang muncul di atas perumahan warga sekitar. Aku, oka dan yang lain melaksanakan sholat subuh dengan air yang sama dengan air es. Setelah kembali ke camp site pertama kami, langsung packing semua tenda yang kami dirikan kemarin malam. Lantas jam 7 kami keluar Cemoro Sewu untuk mencari sarapan. Kami hanya sarapan pecel dan segelas teh panas. Kau tau? Disana teh panas tidak terasa panas lagi di mulut. Perut terisi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju 3265 DPL (puncak Lawu).
Kami berjalan melalui batu-batu yang dijajar rapi agar kami tidak terjatuh atau terpeleset. Jalan yang kami lalui terdapat 6 pos. Dari pos utama ke pos 1 cukup menguras tenaga. Karena jalan yang menunjak dan perbekalan yang berat membuat kami beberapa kali berhenti untuk istirahat. Sesampainya di pos 1 kami hanya istirahat sejenak mengurangi penat. Setelah dirasa cukupkami melanjutkan perjalanan ke pos 2, lagi-lagi kami beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Mungkin karena jarak antara pos 1 dan pos 2 yang sangat jauh dibandingkan ke pos-pos lainnya. Di tengah jalan menuju ke pos 2 terdapat jalan yang sangat curam hingga 45 derajat kemiringannya. Ini benar-benar menguras tenaga kami. Setelah melalui jalanan curam dan bentangan pohon kami sampai di pos 2. Disana kami bertemu dengan pendaki yang umurnya sudah tua dan tanpa alas kaki sekalipun. Melihat kondisi mereka, mereka terlihat sehat dan bugar. Di pos 2 kami makan hanya sekedar roti bungkus dari dicky. Tidak diduga ternyata di pos 2 tiba-tiba turun hujan. Akhirnya kita masuk pos yang hanya seperti pendopo itu. Setelah hujan reda kami langsung bergegas menuju pos 3. Mulai dari pos 2 ini kami berjalan agak cepat karena takut hujan akan mengguyur kami lagi. Ternyata jarak dari pos 2 ke pos 3 tidak terlalu panjang. Namun kondisi pos 3 yang hanya setengah atap membuat kami tidak berlama-lama disana. Di sana kami bertemu dengan rombongan lain dari Universitas Atmajaya Yogyakarta. Orang dari Atmajaya yang sangat dekat dengan kami adalah mas Yoka yang jika bertemu dengan kami selalu mengajak main basket karena pada saat itu dia hanya memakai celana basket kuning yang terdapat gambar bintang berwarna ungu. Kami pun segera menuju ke pos 4 dengan kawan baru kami dari Yogya tersebut. Ditengah jalan menuju pos 4 kami terpisah dengan Oka, Denata, Mirna, dan gopek. Mereka ber-empat berada di depan kami. Rosyid yang daritadi sudah lapar segera berteriak memanggil ke empat orang itu agar berhenti di tempatnya.
“woii berhenti di tempat, sekarang!!!. ayo cari tempat memasak!! Disini banyak yang kelaparan!!”, beberapa kali Rosyid berteriak lantang.
Dan ternyata di tempat mereka berhenti, kami hanya bertemu dengan Gopek dan Mirna. Oka dan Denata sudah jauh didepan dan mungkin tidak mendengar teriakan Rosyid. Di tempat itu juga kami hanya memasak mie instan dengan telur rebus yang sudah matang dan lontong yang sebenarnya sudah bercampur air dan kita hanya memakan bagian dalamnya.
Sambil memakan bekal kami bersenda gurau. Mengatakan bahwa lontong itu sebenarnya enak tapi tidak aman itu berhasil membuat kami disana tertawa. Tanpa mengulur waktu kami menuju pos 4. Di tengah jalan terdengar sayup-sayup suara Oka yang sudah nangkring diatas batu. Dia mengejek kami yang tega-teganya meninggalkan dia makan hanya dengan minuman sereal yang dia bawa. Dekat dengan Oka kami melihat kakak-kakak Atmajaya yang sepertinya menemani Oka disana. Kami juga berkenalan dengan kak Sisi yang di sebut oka sebagai kak Umbel, ada kak Ria juga yang namanya hampir sama dengan kakaknya Oka dan kakak-kakak lain. Akhirnya kami semua dari Madiun dan Yogya berangkat bersama melanjutkan perjalanan menuju pos 4. Beberapa meter dari tempat Oka nangkring tadi, kami melihat Denata yang sudah berada di pos 4. Di pos 4 sudah terlihat bahwa kami berada di atas awan. Pemandangan yang sangat indah dan banyaknya bunga Edelweiss membuat kami merasa senang dan lega sudah berada di atas awan.
Disana kami berfoto ria dengan keindahan gunung Lawu. Dengan sampainya kami di pos 4 berarti sudah dekat dengan pos 5 dimana disana nanti kita dirikan tenda untuk menginap. Tidak ada 30 menit kami melewati jalan yang di samping kanan kirinya banyak bunga Edelweiss kami sampai di Pos 5 yang luas. Kami tiba disana pukul 5.30 sore. Segara kami mendirikan 2 tenda dome dan membuat perapian agar badan kami hangat. Kami juga makan mie instan lagi dan secangkir penuh minuman sereal. Segeralah setelah kenyang kami beranjak tidur agar segera dapat melihat sunrise diatas Gunung Lawu esok hari. Ternyata suhu dingin disana tidak membiarkanku tidur. Kakiku yang berada di dalam sleeping bag tidak mempan menahan suhu yang hampir 1 derajat celcius itu. Aku beberapa kali terbangun untuk menghangatkan kakiku yang sudah mulai membeku. Tiba-tiba Oka mengatakan padaku yang hingga saat ini masih kuingat.
“Jangan membawa sleeping bag kalau mau kesini lagi, nggak akan mempan menghangatkanmu. Bawa aja selimut yang ada bulunya agar hangat” katanya.
Akhirnya kami saling berbagi selimut agar hangat dan dapat segera tidur.
Hari selasa pagi. Sebenarnya kami ingin melihat sunrise dan segera pulang hari itu juga.
Apadaya, kami hanya melihat awan yang tepat menyelimuti tenda kami. Sambil menanti awannya reda dan kami dapat melihat sunrise, kamipun berkumpul di satu tenda dan bergurau disana.
Ampun, awan yang tidak reda-reda tersebut menjadi badai. Kami segera mengurungkan niat kami melihat sunrise pagi itu. Dengan berdesak-desakkan di dalam tenda yang hanya muat 8 orang itu kami mencoba menghangatkan diri. Angin selalu menghempaskan tenda dome yang kami tempati, beberapa kali tenda dome jatuh karena tidak kuat menahanangin yang sangat kencang. Frame tenda kami patah 2. Yang pada akhirnya tenda kami ikat pada ranting. Sama sekali tidak membantu, rantingnya patah dan kami hanya bisa menahan dome yang setengah rubuh itu dengan tangan kami. Oka, Denata, Dicky, Gopek dan Vinda mencoba untuk melawan badai untuk segera menuju ke mbok yem, tempat teraman di dekat pos 6 untuk mencari makan. Sedangkan aku, rosyid, yoan, mirna dan binti tetap di tenda untuk berjaga-jaga. Tidak lama, kami didera hujan yang sangat deras yang membuat tenda kami benar-benar rubuh sekarang. itu memaksa kami ber-5 segera pindah ke tenda yang muat hanya untuk 2 orang. Disana kami mencoba menghangatkan diri dengan sesuatu yang belum basah. Karena selimut dan sleeping bag yang kami pakai di tenda dome yang rubuh tadi, tidak sempat kami selamatkan dan akhirnya digenangi air.
“kita pulang hari ini?” tanyaku,
“mustahil jika dalam keadaan seperti ini is” yoan menjawab.
“yang penting sekarang kita berfikir bagaimana cara ke mbok yem” lanjutnya.
Sekitar pukul 1 siang lebih 15 menit Oka dan Dicky datang menyelamatkan kami. Kami yang terjebak di tengah badai segera dibantu mem-packing semua barang-barang dan segera ke mbok yem. Tanganku sudah mulai beku dan pembuluh darah halusku di tangan semua pecah, membuatku tidak dapat berlaku banyak. Setelah semua masuk tas carrier kami langsung menantang badai dan angin yang beberapa kali berhasil menghempaskan kami. Dengan kekuatan yang tersisa kami berjalan melewati jalanan yang curam lagi, kurang dari 30 menit kami smpai di mbok yem. Aku lantas membanting tas carrier yang kubawadan segera merebahkan badanku yang sudah mulai lemah, begitupun yang lain. Terlihat yang baru datang di mbok yem benar-benar kelelahan. Tidak ada yang berhasil berdiri lagi, sesekali kami mencoba untuk menuju perapian untuk menghangatkan tangan. Terlalu dingginnya suhu badan ini sampai-sampai mampu di masukkan api yang membara, kak Sisi yang berada di sampingku sesekali berteriak karena takut akan kelakuanku yang memasukkan tangan ke api yang membara. Di dalam warung mbok yem kami bergurau bersama. Banyak dari pendaki menuju warung mbok yem untuk berlindung. Dari Solo, Jakarta, Ngawi, Magetan, Ponorogo ada semua. Ada juga Saka Bhayangkara dan Saka Wana Bhakti yang ikut berlindung di warung mbok yem. Malam tiba, aku, oka, dan semua rombonganku bercerita malam dengan mas Yoka dan mbak Ria dari Atmajaya, kami bersenda gurau disana. Bercerita mulai dari hantu gunung, lalu cerita film yang berkaitan dengan pendakian dan petualangan, merambak ke cerita warkop DKI, komik domba gila, bercerita tentang anak kos, sampai mengolok-olok guru di sekolah masing-masing. Sampai akhirnya kami lelah dan mencoba tidur. Lagi-lagi, aku harus terbangun beberapa kali karena kaki yang dingin membuatku tidak bisa tidur jenak.
Hari berganti, hari rabu. Kami harus segera pulang kalau tidak, bisa-bisa kami dihadang badai lagi, tapi sebelum itu kami ke puncak dulu bersama mas Yoka dan mbak Ria, jalannya asik karena kami bernyanyi dan bercanda sepanjang jalan menuju puncak. Sesampainya di puncak. Kami lagi-lagi tidak bisa melihat pemandangan karena awan kabut yang tebal. Tanpa banyak tingkah kami mengambil merah putih dan menyanyikannya di atas puncak lawu 3265 DPL itu, menyentuh sekali. Entahlah, tapi menyanyikan lagu indonesia raya di atas ketinggian 3265 DPL itu sangat kena sekali di hati. Sebelum kembali ke mbok yem kami sempatkan untuk berfoto dengan tugu puncak J
Lega rasanya bisa berpelukan dengan puncak. Kami kembali ke mbok yem dan packing. Kami harus segera pulang. Harus !!
Kami bersama rombongan Atmajaya akhirnya pulang bersama-sama. Tidak seperti hari pendakian. Hari kita turun sangat cepat, nggak kerasa dari pos 6 kami sampai ke pos 2. Beratri kami tidak berhenti di pos 5, 4, dan 3. Di pos 3 kami hanya bersiap-siap dengan mantel karena gerimis. Sampai di pos 2 ternyata gerimis itu menjadi hujan lebat. Kami kedinginan disana. Sempat di pos 2 kami memasak mie instan lagi agar punya kekuatan untuk turun gunung. Karena tidak ingin mengulur waktu kami langsung berangkat lagi menerpa hujan yang deras itu. Langkah demi langkah kami tidak peduli. Yang ada di otak kami saat itu adalah harus segera pulang. Pos 1 telah kami lewati. Setelah pos 1 ada jalan memotong yang sangat licin namun lebih cepat, kami memilih melewati jalan itu. Tiba-tiba denata terperosok, kakinya terkilir dan harus dibalut. Untung ada Gopek yang cekatan dalam medis. Setelah kam=ki denata dibalut dia tak kuat untuk berjalan lagi, akhirnya oka, rosyid, mirna, vianda, dan binti melanjutkan perjalanan. Dan aku, dicky, yoan, dan gopek harus menolong denata untuk berjalan. Aku dan dicky bergantian memopong dan menggendong denata sepanjang perjalanan menuju ke pos utama di Cemoro Sewu. Yoan yang menjadi leader pun mengatakan Cemoro sewu tinggal belok kekiri lagi. Itu dia katakan beberapa kali.
“yo, mau ciuman sama pantofel’ku kah??” jengkelku.
Tapi memang benar setelah beberapa kali belok kekiri dan ke kanan dan kekiri lagi dan ke kanan sedikit lagi kami sampai di Cemoro sewu, Oka terlihat membawa sepeda motornyauntuk membawa denata. Sampailah kami di Cemoro sewu. Beristirahat dan segera pulang.
Jangan takut dengan alam, karena banyak sekali cerita dibalik semua keindahannya.
Ingat pantangan
Jangan membakar sesuatu kecuali semangat
Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu
Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak
Akan kami ukir lagi, di kemudian hari...









