"Kebanggan kita yang terbesar bukan karena tidak pernah gagal, namun bangkit kembali setiap kita jatuh" (Confusius)
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, July 17, 2014

Cerita Anak Bodoh

Udah pada tes universitas ini? Udah lihat SBMPTN yang muncul kemaren sore? Pasti hasilnya ada yang memuaskan dan ada yang mengenasakan. Yah guys, kalau kamu gagal SNMPTN trus ikut SBMPTN gagal trus patah semangat? Ada?

Tadi temenku ada yang berkata "Aku baru ggal 2 kali kok, belum sebanyak Albert Einstein". That's a failure spirit. Orang yang semangat untuk gagal berarti dia adalah orang yang siap untuk mencapai kesuksesan :)

Oh ya masalah ini aku mau mengungkapkan ceritaku. Kehidupan pendidikanku. Bagi kalian yang tahun depan ingin melaksanakan SNMPTN dan SBMPTN dan ingin lolos tanpa ada penyesalan atau jika gagal namun akan tetap mempunyai semangat juang, mungkin ceritaku ini bisa menginspirasi kalian :)

Sebelumnya, aku adalah anak dengan IQ pas-pasan dan sama sekali tidak pintar. Bodoh adalah titik tengah otakku. Meskipun banyak orang mengatakan bahwa aku ini cerdas, yaah, memang aku hanya bisa menggunakan "cerdas" itu sebagai tumpuanku dalam bersekolah.

Dimulai sejak SD. Aku bersekolah di MI Islamiyah Madiun. Sekolah setara SD ini memang menjadi favorit di Madiun. Siswa yang disaring masuk pun adalah siswa-siswa yang akan berprestasi nantinya. Bukan aku. Sekali lagi aku tidak termasuk dalam daftar itu. Saat SD aku hanya berfikir untuk melogika sesuatu. Memang terlihat seperti anak yang cerdas bukan? Tapi seluruh mata pelajaran aku tidak pernah bisa. Matematika, Ipa, Bahasa Indonesia, selalu mendapatkan nilai dibawah minimal. Tapi ada satu pelajaran yang aku mampu, Bahasa Inggris. Mulai itu aku selalu mempelajari bahasa inggris dan ogah-ogahan mempelajari pelajaran lain. beberapa kali orang tua harus dipanggil karena kebodohanku. Bukannya bermalas-malasan belajar, tapi setiap kali belajar aku selalu tidak berkonsentrasi yang menyebabkan sulit sekali mencerna pelajaran-pelajaran itu.

Masuk SMP. Aku diterima di sekolah bertaraf internasional namun masuk kelas reguler, itupun aku berada pada posisi 10 paling bawah. Pada waktu SMP tidak jauh beda dengan kehidupanku di SD. Selalu mendapatkan nilai terjelek. Lagi-lagi orang tua harus dipanggil karena kenakalanku dan nilai-nilai ku disekolah yang tidak memuaskan SAMA SEKALI ! Namun di SMP aku selalu belajaar sungguh-sungguh saat peajaran bahasa inggris. Ya, hanya itu peganganku, hanya itu harapanku.

SMA. Masuk tes di SMA RSBI dengan nilai bahasa inggris yang tinggi dan nilai pelajaran wajib yang rendah. Aku sangat bersyukur karena belajar sungguh-sungguh hanya bahasa inggris bisa membuatku mempunyai alasan untuk diterima di sekolah yang luar biasa itu. Mulai dari sini aku belajar bahwa meskipun hanya ahasa inggris yang aku bisa, aku bisa masuk ke sekolah favorit seperti ini. LAGI-LAGI di SMA !! Aku tidak pernah mendapat nilai bagus, nilai selalu hancur, tidak pernah mengerjakan tugas, ulangan selalu remidi, selalu mendapat rangking terbawah dikelas. Gila. Waktu SMA bahkan pernah divonis guru aku tidak bisa naik kelas. BAYANGPUN !! Yang aku bisa hanya bertingkah konyol dikelas agar teman-temanku mempunyai alasan menerimaku menjadi teman mereka, jika tidak mana mungkin mereka mau berteman denganku.

Ketika teman-temanku mulai bercerita tentang Universitas yang mereka idam-idamkan, aku hanya termenung, "kemana aku akan melanjutkan?" "mau jadi apa aku?". Meskipun aku sempat terprovokasi dengan mereka yang mengatakan bahwa, "Hei, univ ini keren, aku mau masuk univ itu biar sukses" "Hei, pasti aku jadi orang hebat kalo masuk univ ini". Yah, aku hanya menelan ludah saat mereka yang pintar bercerita tentang kesuksesan.

Di kelas 11 aku mengikuti kunjungan kampus ke UB, Universitas Brawijaya. Universitas yang teman-temanku idam-idamkan. Sekolah elit yang pasti akan dipuji jika berhasil lolos masuk di universitas itu. Universitas yang patut dibanggakan. Terbesit pikiran aku juga ingin masuk di universitas itu dengan prodi yang agak susah juga, "Ilmu Komunikasi". Namun kandas, aku sudah mencoba untuk membenarkan dan menaikkan nilai-nilaiku agar bisa masuk Universitas kebanggaan itu. Apa daya, aku gagal. Bahkan insiden itu membuatku terkena vonis aku tidak akan naik ke kelas 12. Sekeras aku belajar guna menaikkan nilaiku di sekolah malah membuatku lelah dan akhirnya terkena vonis seperti itu.

Aku mulai lelah, aku mulai gusar, aku mulai hancur.

Akhirnya tuhan memberikan cahyanya melalui ayahku. "Nak, kenapa kamu nggak nyoba di sekolah pariwisata di bali itu?"

Aku tidak yakin. Bahkan sekolah itu tidak terkenal, tidak seperti UB yang wow banget. Aku mulai berfikir, daripada nantinya aku tidak melanjutkan kuliah, apa boleh buat? Aku mulai cek tes yang di ujikan waktu penerimaan. Bahasa Inggris dan Psikotest ! Otakku mulai aktif lagi. Mungkin sekolah ini yang bisa menerimaku yang hanya bisa bahasa inggris. Akhirnya aku meminta persetujuan orang tuaku. KANDAS KAWAN !! Ibuku tidak membolehkanku sekolah di Bali dengan alasan disana pergaulannya jelek. Aku merenung lagi. Aku mencari sekolah yang sejenis. Ketemulah STP Bandung. Ibuku mengiyakan dan ayahku setuju. Meskipun aku sedikit kecewa dan pesimis tidak berhasil masuk ke UB yang aku banggakan itu, aku harus menerimanya.

Waktu kelas 12 seluruh siswa harus mendaftar SNMPTN. Yah, aku yang saat itu tengah hancur karena pesimis tidak akan lolos UB terpaksa mengisi data. Namun malam sebelumnya aku bertanya pada orang tuaku masalah prodi yang aku pilih nanti. Akhirnya dengan melihat kemampuanku sendiri aku memilih UNS Ilmu Komunikasi karena cita-citaku yang kandas, UNS Sastra Inggris karena aku hanya bisa bahasa inggris dan UNAIR Ilmu Komunikasi untuk pilihan mepet karena harus pilih 3. Kenapa aku tidak memilih UB? Aku mengetahui kemampuanku, aku tau batas kemampuanku, kali ini aku tidak menginginkan pujian, aku hanya ingin kejelasaan bahwa aku akan masuk kuliah, aku tidak ingin mengecewakan orang tua, aku tidak ingin kecewa, aku ingin belajar dengan keterbatasan kemampuanku, aku tidak ingin egois, aku tidak ingin sok-sokan. Dan itulah alasan kenapa aku memilih UNS dan UNAIR yang saat itu berada dibawah UB. Toh aku juga pesimis melihat nilai rapotku yang sedang-sedang aja bahkan mengenaskan. Dan nantinya aku tidak akan terlalu jauh untuk jatuh ketika tidak lolos SNMPTN.

UN. Sempat menjadi orang pesimis yang sedang pesimis saat pesimis. Aku hanya bisa menjawab 5 soal matematika !!!!

Namun aku masih bisa lulus UN dengan nilai yang tidak begitu memuaskan namun cukuplah untuk orang bodoh aneh sepertiku. Dan melihat teman-temanku mendapatkan danem yang bagus-bagus, aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka :')

Pada saat tes STP Bandung, aku memilih jurusan Studi Destinasi Pariwisata sebagai pilihan pertama karena ibukku menyuruhku memilih S1 dan D3 Manajemen Tata Boga sebagai pilihan ke 2 karena aku hanya bisa memasak. Pada penjelasan akademik datanglah profesor dari SDP dan mengatakan "kalian yang memilih SDP ada sekitar 327 orang. Dan jika kalian berhasil masuk ke prodi SDP kalian adalah orang-orang jenius yang terpilih. Karena SDP hanya menampung 1 kelas dan hanya menerima 30 orang. SDP juga adalah prodi unggulan Pariwisata di STP Bandung". Mendengar pernyataan tersebut aku down lagi. Untungnya pilihan nanti akan bisa diganti pada saat sesi wawancara.

Pada saat sesi wawancara aku mengganti pilihan prodiku ke D3 Manajemen Destinasi Pariwisata dan pada pilihan ke 2 tetap. Pada surat pernyataan tersebut ada opsi yang terlulis "Saya bersedia ditempatkan dimanapun sesuai dengan hasil tes yang keluar dan atas keputusan dosen pewawancara". Aku percaya akan lolos tes dengan kemampuanku entah dimanapun prodiku dan pada akhirnya aku centang pada pernyataan itu. Setelah semua tes berakhir aku hanya bisa pasrah saat itu dan harus percaya bahwa aku akan diterima di STP entah pada prodi apapun.

Pada saat pengumuman Alhamdullillah sekeras-kerasnya bagi Allah yang maha adil yang selalu memberikan petunjuk bagi hambanya yang berusaha. Aku lolos STP Bandung dengan prodi yang mengejutkan ! Ya ! Pilihan pertamaku, pilihan yang aku anggap aku tidak bisa melampauinya, SDP ! Ibu ayahku menangis terharu melihat anaknya yang bodoh ini lolos tes dengan prodi yang sangat sulit ditembus. Dan kabar mengejutkan kembali tersebar ke esokan harinya. Lolos SNMPTN UNS S1 Sastra Inggris. Ini sebuah hadiah yang sangat indah. Dan pada akhirnya aku memilih STP sebagai sekolah lanjutanku dan mengirimkan surat pengunduran diri ke UNS.


INTINYA. :
Bagi kalian yang memilih prodi pada SNMPTN atau SBMPTN, pilihlah yang menurut kemampuan kalian bisa melampauinya. Jangan egois memilih. Agar kalian tidak terlalu jauh untuk jatuh. Pastikan juga restu orang tua. Itulah yang paling penting. Ingat kemampuanmu, ingat kecepatanmu, selalu berikhtiar menyerahkan diri ke Tuhan yang maha adil. Pilihlah prodi yang jarang dipilih, karena pasti lulusannya akan ditunggu-tunggu bagi yang membutuhkan dan lowongan pekerjaan pasti melimpah.

Semangat selalu bagi kalian para pejuang nantinya :) semoga bisa memetik sesuatu dari kisahku :) See you at another level of life :D

Friday, August 16, 2013

Think That !

August, 17th 1945.
Semua orang tau tanggal itu. Semua rakyat Indonesia. Seluruh pejuang. Pejuang bangsa. Tanggal ketika pidato proklamasi yang dikumandangkan sang proklamator Ir. Soekarno berkumandang hebat mengudara. Melewati jalur-jalur frekuensi radio hingga ke seluruh pelosok negri. Dimana bendera dwiwarna sang saka merah putih jahitan ibu Fatmawati berkibar diantara kicauan burung yang mendampingi lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya.

Ini permasalahannya.

Kita tau bahwa sebelum kemerdekaan, para pejuang dan bahkat rakyat Indonesia berjuang mati-matian memerdekakan negara kita dari jajahan jepang maupun belanda. Mereka rela mati agar para penjajah dapat meninggalkan bumi pertiwi. Memang mudah mengatakan seperti itu di jaman yang merdeka seperti ini. Tapi bagi mereka?? Ini adalah masalah harga diri. Mereka berjuang bukan hanya memikirkan harga diri mereka sendiri. Mereka juga membawa harga diri bangsa kita. Terngingang-ngiang di pemikiran mereka, “Kapan kita bisa bebas? Kapan kita bisa menghirup udara segar tanpa penjajah? Kapan? ”. Sempat-sempatnya mereka berfikir seperti itu ditengah-tengah ribuan peluru yang melesat cepat diantara kepala mereka. Bahkan diantara ambang hidup atau mati. Tapi yang pasti mereka tidak memikirkan hal itu. Yang mereka pikirkan adalah menjadi orang yang berguna yang bisa membawa kita menuju gerbang kemerdekan Indonesia.


Pikir lagi! Betapa susahnya hidup pada masa penjajahan. Betapa susahnya mencari kebebasan.

Sekarang? Kita sudah merdeka dari penjajah, kita sudah bebas tanpa memikirkan mati tertembak peluru penjajah.



Sekarang apa yang kita perlu fikirkan? Jika sudah tau bagaimana susahnya merebut kemerdekaan, paling tidak kita hargai perjuangan mereka, goddammit ! Jangan seenak-enaknya saja berfikir kemerdekaan ini tanpa pengorbanan. Kita tinggal semena-mena berleha-leha dengan semua ini.

Hei, bagi kalian pelajar dan kaum muda. Jika kalian hanya mengeluh mengikuti upacara yang diselenggarakan tiap tanggal 17, apa kalian akan senang jika disuruh membawa senjata dan melawan penjajah, ha?? Pikir lagi!! Jangan meremehkan upacara bendera. Kalian disuruh berdiri hormat kepada Merah Putih nggak lebih dari 30 menit udah ngeluh. Sombong banget kalian ha? Mentang-mentang udah nggak mikir pemjajah terus kalian bisa seenaknya sendiri?

Kalian yang suka tawuran. Hei, daripada kekuatan kalian yang kalian bangga-banggakan itu dihambur-hamburkan untuk melawan sesama pelajar, kenapa nggak kalian gunakan untuk ikut tes militer?? Lagipula apa mafaatnya coba, kalian hanya menyakiti satu sama lain. Sialan, udah mulai jagoan?? Otak udah miring semua ya??

Ini nih yang paling kurang ajar. Pejabat pejabat tikus busuk ! entahlah apa yang ada dipikiran mereka. Menjadikan negara ini lebih baik atau hanya uang uang uang saja. Koruptor dimana-mana. Sial! Hukum sekarang lembek banget, kurangnya penegasan, semua bisa dibeli dengan uang. Gila.
Untuk masyarakat juga. Jangan hanya masa bodoh dengan semua permasalahan yang ada. Mari sama-sama membangun negara ini. Jangan seenaknya saja membantah peraturan yang telah dibuat. Jika peraturan itu menyimpang, mari kita tegur baik-baik. Jika peraturan itu layak, mari kita laksanakan sama-sama. Itu untuk kebaikan kita semua. Bukan mau sok nasionalis atau sok benar sendiri. Tapi memang itu kenyataan, kita berada di negara ini dengan peraturan agar kita hidup damai bermartabat satu sama lain.

Mari kita sama-sama membangun Indonesia menjadi negara yang disegani. Jaga budaya kita, itulah jantung kita. Hilangkan ego individualis. Satukan jiwa. Jangan mudah terpengaruh oleh omongan orang. Bepegang teguh pada agama masing masing. Pondasi Bhineka Tunggal Ika harus kita J
junjung. Bangga terhadap produk dalam negeri. Membayar pajak untuk fasilitas kita.


Dirgahayu Indonesiaku, Dirgahayu para pejuangmu. 

Saturday, July 6, 2013

Sebuah Fakta Dibalik Kertas Hitam

Akhir-akhir ini.. ahh tidak.. Minggu-minggu terakhir ini aku merasa ada yang mengganjal di dalam sini. Tepat diantara paru-paru. Apa yang terjadi?? Bahkan aku sendiri yang punya, tidak mengetahuinya..... -__- Ironis

Kau tahu...

Hingga saat ini.. Jika aku benar-benar tidak suka padamu..

Kenapa aku harus mencoba untuk selalu menghubungimu?
Mencoba menunggu hingga 1 tahun?
Selalu mendengarkan kisah cintamu, dan aku selalu tersenyum walaupun itu sakit?
Selalu berusaha bersabar untuk tetap menantimu?
Meluangkan waktuku hanya untuk membuatkan sebotol susu dan membuat sarapan untukmu?
Bersepeda saat hujan deras disaat kau merindukanku?
Membuat diriku berpenampilan bodoh hanya untuk membuatmu tertawa?
Menyisakan uang hasil kerjaku untuk membantumu?
Memberikan sesuatu yang fatal?

Untuk apa???

Jika aku memang tidak suka kepadamu. Mungkin aku tidak akan melakukan itu semua.

(Aku ini Playboy dan selalu mengatakan hal itu semua hanya untuk membuatmu percaya)

Aku nggak se-Bajingan itu juga...

Sejak saat itu, sejak aku mulai suka denganmu, aku sudah mulai mencoba untuk tidak membuatmu terluka. bahkan aku berbohong ke semua orang agar kau tidak terluka.

Dengan semua hal itu, aku kini berhak untuk memilikimu..
aku berhak selalu berjalan denganmu..
aku berhak selalu duduk disampingmu
bahkan berhak untuk cemburu.


Aku tidak tau harus berbuat apalagi untuk bisa selalu dekat denganku.
Aku ingin membuktikan bahwa aku sangat sayang padamu.
Saat pembuktian itu, Mungkin aku salah melakuannya. kesalahan sangat fatal??
Aku tidak tau..

Aku terlanjur melakukannya, aku tidak bisa jauh dari itu semua.
Ini akan menjadi hal yang paling menyakitkan.
Aku tidak janji akan berhasil.
Tapi aku akan mencobanya.


Sunday, March 3, 2013

Don't Waste Your Life

Lama gak bikin postingan :) Gomenasai. Emang kenyataannya gue sering melakukan aktifitas yah, yang sebenarnya nggak bisa jauh-jauh dari laptop sih. Tapi menjauhkan dari blogger.com dan selalu mampir ke google.com atau id.wikipedia.org -_- bisa diperjelas bahwa gue sibuk cari tugas. Ya, mumpung ini awal maret, jadi gue akan sedikit beri pengertian tentang hidup. Mumpung gue barusan juga habis nonton anime yang bercerita tentang kehidupan. Jadi, apa salahnya untuk berbagi,

Oke, let's we start.............


Kehidupan yang kita jalani ini sebenarnya mempunyai arti yang sangat dalam. Entah itu dalam karir, pendidikan, percintaan, atau yang lainnya. Bisa dibilang hanya orang bego yang mau meninggalkan kehidupan yang jelas-jelas udah tuhan berikan kepada kita ini secara gratis. Gue lihat, banyak sekali orang-orang yang sudah putus asa dalam hidupnya, yang benar-benar menderita lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Bentar, gue mau tanya. Dia pernah sekolah nggak sih?

Oke, gini ya, gue kasih contoh bagaimana kalau seandainya mereka yang udah putus asa, mati, bunuh diri, tiba-tiba bisa melihat kehidupannya kelak jika dia masih hidup, dan di hidupnya itu dia sukses dan mempunyai kebahagiaan yang luar biasa. Kita kan juga nggak pernah tau apa yang direncanakan tuhan. Mungkin, orang itu udah memasukkan kepalanya ke dalam septi-tank yang bnyak piranha di neraka sana, mungkin.

Buat apa sih kita hidup? Nggak mungkin kita diberikan hidup oleh tuhan tanpa ada maksudnya kan? Kehidupan itu penuh dengan teka-teki dan misteri. Kita tidak bisa langsung memutuskan kita berhak mati atau tidak, karena itu sudah kehendak tuhan. Sebenarnya kita hanya harus menikmati kehidupan ini. Di sinilah kita belajar apa arti pelajaran hidup yang sesungguhnya.

Dan juga. Kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Kita punya teman, kita punya seseorang yang kita cintai dan mencintai kita pastinya, kita punya segalanya disini. Kita hanyalah segerombolan boneka yang bermain peran. Hanya saja kita harus bisa menyeimbangkan tali kita yang kadang "ruwet" karena boneka lain. Dengan begitu kita sadar akan satu hal. Kita ada, dan hidup di dunia ini.

Di anime yang berjudul "Angel Beats" Kita di sadarkan untuk menghargai kehidupan kita. Disaat kita masih terikat dengan keinginan kita yang masih belum tercapai di dunia. Apa kita harus memutuskan untuk "Lebih baik mati" daripada berusaha dan akhirnya kita bisa mendapatkan kenikmatan hidup yang luar biasa? Kita hanya akan menyia-nyiakan rencana tuhan. Jika kita gagal hari ini, masih ada hari esok yang lebih menyenangkan.

Oh ya, ini adalah kata-kata itu

"KAU TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN PELANGI JIKA KAU TIDAK BERTEMU DENGAN BADAI"

Kita tidak akan pernah merasakan apa itu kebahagiaan jika kita tidak pernah merasakan apa itu penderitaan.

Jadi inti dari semua ini, janganlah kita menyia-nyiakan kehidupan ini, karena kehidupan ini adalah saat paling mengagumkan yang bisa kita dapatkan. :)

See you soon guys xD

eto, gue hampir lupa. kalo mau download anime "Angel Beats" bisa klik dibawah ini ^-^
http://animekompi.web.id/angel-beats-subtitle-indonesia/

Selamat Menikmati~ \(^o^)/

Wednesday, February 6, 2013

Are You Having A Trouble About This?

Ini tentang pelajaran di sekolah guys.


Gue juga heran kenapa mapel di sekolah itu banyak banget dan kita harus bisa mengusai semua mapel itu. Toh, guru juga gak akan bisa nguasai semua mapel yang harus kita kuasai. Apa sih tujuan kita sekolah? Banyak yang bilang kalo kita itu sekolah hanya mengejar cita-cita kita esok hari.  Kita sekolah untuk bisa mencari pekerjaan yang kita idam-idamkan. Padahal kalo kita pikir, buat apa sih belajar kimia kalo cita-cita kita jadi pilot? Buat apasih kita susah-susah belajar ekonomi kalo esok kita menjadi konstruktor bangunan? Oke, pernah kalian menemukan kalo pilot tiba-tiba bawa bahan-bahan kimia seperti oxidizer dan poison ke pesawat? Yah, alhasil kita malah ditangkep satpam gara-gara bawa hal-hal aneh.

Sebenarnya kita itu belajar buat apasih? Baiklah, belajar itu penting, tapi jika kita hanya berfikir kita mencari ilmu hanya untuk kehidupan pekerjaan kita. Kita akan merasa dirugikan banget mempelajari hal-hal yang banyak itu. Pada akhirnya beberapa pelajaran yang susah payah kita pelajari hanya menjadi bahan pengetahuan saja dan sidikit sekali presentase bahwa pelajaran itu akan kita gunakan di pekerjaan kita.

Bagi kalian yang bersekolah di sekolah umum seperti SMA, MA, dan lain sebagainya, pelajaran yang kita pelajari di sekolah tentu membuat kita pusing dan kadang strees. Tapi sekarang kan sudah di sortir jadi IPA dan IPS. Jadi lebih mudah kita mempertajam pengetahuan kita tentang pekerjaan kita nantinya. Tapi, sebenarnya sekolah yang paling mudah jika kita berfikiran untuk bekerja, adalah SMK, dimana mereka dilatih ketangkasan, kemampuannya tentang spesialis mereka masing-masing.

Saat kita sudah mendapatkan pekerjaan kelak. Ya cuman hal-hal yang sama yang kita kerjakan setiap hari. Dan pelajaran yang kita dapatkan di sekolah yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan itu hanyalah akan menjadi pengetahuan semata. Tidak perlu kita mempelajarinya terlalu dalam kalau nantinya akan seperti itu.

Yah, sekarang gini ajadeh. Oke tidak masalah kalo kita memilih SMA atau MA sebagai tempat pernaungan ilmu kita. Tapi kita juga harus konsekuen terhadap pilihan kita itu. Kalo kalian kesulitan mempelajari pelajaran yang segunung, kenapa dahulu kala kalian tidak memilih bernaung di SMK saja??

Syukuri aja deh kita masih bisa bersekolah. banyak banget lho orang yang gak bisa sekolah :)

Time management ya guys yang harus kita perhatikan :) see ya later :D

Friday, February 1, 2013

Little Fire Burn The Forest

Don't ever play with a fire if you won't get burn of it. Yah emang kenyataanya gitu. Semarah-marahnya kita, kita harus mencoba untuk menahannya. Kenapa gue jadi ngomongin tentang ginian? Ya, paling tidak kalian tau lah kalo marah yang berlebihan itu gak baik, malah bakalan mencelakakan kalian sendiri -_- Oke, i wan't to tell you something. Sebenernya marah itu gak apa-apa lho, tergantung ada di level berapakah kita kalo udah marah. Kita marah pasti karena sebab akibat kan? Paling tidak kalo masalah yang terkait udah kelar buat apa di inget-inget lagi, biarlah.


Setiap kali ada masalah pesti ada penyelesaiannya. Dan penyelesaian itu tidak hanya satu, banyak sekali opsi untuk menyelesaikan suatu masalah. Jika opsi pertama gagal, paling tidak kita mempunyai opsi kedua sebagai "air" untuk menyelesaikan masalah kita. Ingat, satuhal yang harus kita mengerti adalah, dengan siapa atau dengan apa kita bermasalah. Masalah?? hm... Ya sering kali kita mendapatkan masalah yang membuat kita sangat jengkel dan marah semarah-marahnya orang marah yang lagi marah *panjang bener -_-a. Oke, biasanya kita salah persepsi dalam hal marah. Pernah nggak kalian dapet masalah yang sangat sepele dan kecil banget tapi kalian salah tangkap dan akhirnya kalian marah-marah semarah-mar*jangan mulai! Pada akhirnya kita malu dan berefek pada mood kita nantinya. Pernah nggak?? :P

Little fire burn the forest. Artinya sedikit api bisa membakar seluruh hutan. Pada kehidupan kita, jika ada sedikit masalah, janganlah kita menjadi daun kering yang pada akhirnya kita yang menjadi faktor utama pembesaran api. Karena pasti selain kita ada juga orang yang marah. Jika kita ikut marah, apa yang terjadi coba? Kita malah membuar "api" itu semakin membesar dan pada akhirnya kita akan membakar "hutan" yang tadinya indah menjadi kosong. Itulah yang terjadi ketika kita tidak bisa menahan amarah kita yang sering kali meledak-ledak.

Gimana kawan?? masih pengen marah-marah? :D Boleh marah, tapi inget apa yang gue katakan, jaga amarahmu jangan sampai menambah masalah okey ;)


See ya later guys :D hope you learn for this....

Wednesday, November 28, 2012

Some Motivation

Ketakutan, kekhawatiran, sifat ragu seringkali membuat kita kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Padahal ada banyak hal dalam hidup ini agar kita bisa lebih berani dalam berbuat baik, berani mencintai, menangis, belajar, memaafkan.

Hidup ini singkat. Penyesalan di kemudian hari tentu percuma. Karena itu, mengutip dari sebuah situs inspirasi, 10 motivasi di bawah ini cocok untuk kita renungkan. 



 dontgiveupworld.com


1. Inilah Saatnya
Pandanglah hidup bukan sekadar antara kelahiran dan kematian, tetapi hidup adalah antara sekarang dan esok hari. Dan, apa yang kita bawa dalam kematian nanti, apa warisan buat generasi berikut? Dengan demikian kita bisa melihat hidup secara utuh, melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki untuk kebaikan dan perdamaian. 

2. Hidup ini singkat 
Inilah hidup Anda. Maka berjuanglah. Berjuang untuk apa yang benar, berjuang untuk apa yang Anda yakini, berjuang untuk apa yang penting bagi Anda, berjuang untuk orang yang dicintai. Sadarilah saat kita masih punya kesempatan.

3. Berkorban untuk hari esok

Pengorbanan kita hari ini akan kita nikmati hasilnya di masa depan. Maka, ketika kita bekerja keras untuk meraih mimpi, memilih belajar giat, membangun sebuah usaha, atau tujuan lainnya, tanyalah ke dalam diri, "Apakah saya bersedia membeli waktu, menukar kesenangan untuk tujuan di masa depan yang lebih baik?"

4. Jangan menunda
Ketika kita menunda-nunda, maka kita akan menjadi budak dari hari kemarin. Kita mungkin kadang menggumam, "Nanti saya kerjakan." Dan ternyata kita sibuk dengan hal lain, sehingga saat waktunya sudah sangat sempit, kita mencurahkan lebih banyak energi. Seringkali hasilnya juga tidak optimal. 

5. Gagal itu pelajaran
Tidak menyesali apa pun yang telah terjadi dalam hidup kita, karena memang sudah tidak dapat diubah, dibatalkan atau dilupakan. Ambil hikmahnya dan jadikan sebagai pelajaran. Setidaknya gagal itu lebih baik karena kita sudah berani melakukan, dibanding menyesal karena tidak berbuat. 

Renungkan: Thomas Alfa Edison harus gagal ratusan kali sebelum akhirnya berhasil menciptakan lampu bohlam.

6. Berdamai dengan diri sendiri
Kita harus memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sebelum memulainya dengan orang lain. Kita harus merasa berharga dan dapat diterima oleh diri sendiri, sehingga kita memiliki rasa percaya diri saat berhubungan dengan orang lain.

7. Waktu dan pengalaman penyembuh terbaik
Suatu peristiwa yang menyakitkan Anda alami sekarang ini, akan menjadi bagian dari masa lalu. Itu juga menjadi catatan sejarah, pembelajaran, pengalaman yang menjadikan Anda orang yang lebih dewasa, serta lebih bijak.







Sumber:
marcandangel

Wednesday, October 31, 2012

Tuhan, Mengapa Kau Selalu Memberiku Masalah??

"Mengapa tuhan selalu memberiku masalah? Kenapa harus masalah seperti ini?"
Namun aku disini akan membahas sisi positifnya. Karena jika aku terus-menerus memikirkan sisi negatifnya, semua itu akan memberi beban bagiku -_- 

Dalam kehidupan pasti kita sering mendapatkan permasalahan. Permasalahan yang timbul bisa permasalahan yang berat atau yang ringan. Entah dalam pekerjaan, bisnis, percintaan, keluarga, agama, masalah individu atau masalah lainnya. 

Pernahkah suatu waktu kita bertanya dalam hati, "Katanya Tuhan sayang sama hambanya, lalu kenapa selalu saja hidup ini berlangsung dari permasalahan satu ke permasalahan lainnya?"

Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. 

Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut. 



Jika kita selalu berpikir positif pada Tuhan, mungkin 5 hal ini bisa menjawab kegundahan kita :

1. Tuhan menggunakan masalah untuk "Mengarahkan" kita


Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita. 


2. Tuhan menggunakan masalah untuk "Menguji" kita


Manusia bagaikan teh celup! Jika Anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi. 


3. Tuhan menggunakan masalah untuk "Mengoreksi" kita 


Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas.

Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu, kesehatan, teman, hubungan, saat kita sudah kehilangan. 


4. Tuhan menggunakan masalah untuk "Melindungi" kita


Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bosnya. 

Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan bos itu terbongkar. 


5. Tuhan menggunakan masalah untuk "Menyempurnakan" kita


Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. 

Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. Kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan. 


Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri.

Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita. 

Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. Dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita dan menjadi sebuah tantangan untuk hidup yang lebih baik.

Monday, October 29, 2012

Berjalan Dengan Siput



Foto: vielipowski

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa siput jalan-jalan. Aku tak dapat berjalan terlalu cepat, walaupun siput sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, siput memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata, "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!" 

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, siput terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan. Ya Tuhan, mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja siput merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati ... 

Oh! Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.

Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung kumbang.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.

Oh! Mengapa dulu tidak kurasakan semua ini?
Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga! 

Ternyata Tuhan meminta siput menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami jika aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih.
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh dan kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah, berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati . . .

Sumber :
ellyxmas.blogspot.com

Sunday, October 28, 2012

Tirulah 5 Sifat Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat, "Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai. Nenek harap kamu bisa meniru pensil ini ketika kamu besar nanti," ujar si nenek lagi.


Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. "Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya," ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."  Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya."

"Kedua, dalam proses menulis, Nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita."

"Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik."

"Ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar."

"Keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah berhati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu."

"Kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda / goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar, apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini, pasti akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakan."

Saturday, October 27, 2012

Pengemis Itu Aku


Ada sebuah kisah nyata yang diambil dari buku Qishasasu Muatsirat Lilfatayatkarya Ahmad salim Badwilan. 

Ada seorang wanita yang baru saja dipersunting menjadi istri oleh seorang laki-laki. Lazimnya tradisi di Timur Tengah, saat malam pertama sang istri menyiapkan hidangan pembuka bagi suami. Mereka berkumpul mesra di ruang makan.

Tiba-tiba, keduanya mendengar suara ketukan pintu. Sang suami menghentak dan berkata gusar, “Siapa tamu yang mengganggu ini?”

Berdirilah istri menuju pintu lalu bertanya dari balik pintu, “Siapa?”.

Terdengar jawaban, “Saya adalah pengemis yang meminta sedikit makanan”.

Si istri kemudian menyampaikan kepada suaminya, “Dia pengemis meminta sedikit makanan”.

Marah si suami sembari berkata, “Hanya gara-gara pengemis ini istirahat kita terganggu apalagi kita sedang menikmati malam pertama?”.

Si suami bergegas keluar dan langsung menghantam pengemis itu secara bertubi-tubi. Sesat kemudian, terdengar rintihan dan ringisan.

Si pengemis berlalu membawa rasa lapar dan luka yang memenuhi ruh, jasad dan kehormatannya.

Si suami kembali menemui istrinya di dalam kamar pengantin dengan hati yang penuh emosi karena gangguan yang terjadi barusan.

Sejurus kemudian, si suami terkena sesuatu menyerupai penyakit kesurupan, lalu dia merasa dunia menyempit dan menghimpitnya dengan keras. Lalu dia berlari keluar rumah dengan menjerit, meninggalkan istrinya yang ketakutan.

15 tahun berlalu...

Sang istri yang ditinggal suaminya ini mendapat pinangan lagi dari lelaki lain. Ia pun menerima dan mereka melangsungkan pernikahan.

Pada malam pertama, suami istri tersebut berkumpul didepan hidangan pembuka yang telah disajikan. Tiba-tiba keduanya mendengar suara ketukan pintu. Berkata suami kepada istrinya, “Pergilah bukakan pintu”.

Si istri menuju pintu dan bertanya, “Siapa?”.

“Pengemis meminta sesuap nasi”, kata tamu tersebut.

Si istri menemui suaminya yang langsung menanyakan siapa tamu. Si istri berkata, “Pengemis meminta sesuap nasi”.

Maka si suami berkata, “Panggil dia kemari dan siapkan seluruh makanan ini diruang tamu lalu persilahkan dia makan sampai kenyang”.

Si istri bergegas menyiapkan hidangan, membukakan pintu lalu mempersilahkan pengemis itu untuk makan.

Si istri kembali menemui suaminya dengan menangis. Suaminya bertanya, “Ada apa denganmu?, Kenapa kamu menangis?, Apa yang terjadi?, Apakah pengemis itu menghinamu?”

Si istri menjawab dengan linangan air mata yang memenuhi matanya, “Tidak”.

“Dia mengganggumu?”, tanya suami.

“Tidak”, jawabnya.

“Dia menyakitimu?”, tanya suami.

“Tidak”, jawabnya.

“Lalu kenapa engkau menangis?”, tanya suami.

Si istri berkata, “Pengemis yang duduk di ruang tamumu dan menyantap hidanganmu adalah mantan suamiku lima belas tahun yang lalu. Pada malam penganti itu, ada pengemis datang dan suamiku memukulinya dengan keras. Setelah itu mantan suamiku kembali menemuiku dengan dada yang sempit. Aku menyangkanya dia terkena jin atau kesurupan. Dia lari meninggalkan rumah tanpa ada kabar sampai malam ini….Ternyata dia menjadi pengemis.”

Si suami tiba-tiba menangis….

Istrinya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?”

“Taukah kamu siapa pengemis yang dipukul oleh mantan suamimu dulu?”, kata suami.

“Siapa dia?”, tanya sang istri.

“Sesungguhnya pengemis itu, aku….”, suaminya menjelaskan.


 
Moral Cerita

Kita tak pernah tahu apa yang terjadi esok hari, bahkan satu jam atau satu detik ke depan. Roda hidup terus berputar. Tatkala kita menjalani hidup, maka apa yang kita tabur dan itulah yang kita tuai. Beberapa kepercayaan menyebutnya sebagai karma, sementara secara ilmiah inilah hukum aksi-reaksi.

Ketika kita berbuat jahat pada orang lain, maka Tuhan, yang menciptakan keseimbangan di alam semesta ini, menjalankan hukum aksi-reaksi tersebut pada diri kita. Maka, berbuatlah baik sekuat mungkin agar kita pun mendapat ganjaran setimpal dari kebaikan kita.

Di sisi lain, bagi kaum wanita, alangkah indah menjaga kehormatan dan menjadi istri, ibu yang baik bagi keluarga. Sang wanita pada kisah nyata di atas tetap berpegang pada hukum agama yang ia anut, untuk menjaga kehormatan dan kesetiaan pada suami.

Sementara para suami dan siapa pun lelaki yang kelak menjadi seorang suami, sebuah kehormatan bagi kaum pria menjadi kepala rumah tangga. Memberi teladan yang baik kepada istri dan anak-anak adalah semulianya ketundukan kepada Tuhan. Termasuk memberi contoh kemurahan, kebaikan hati pada tetangga, dan sesama manusia. Maka, Insya Allah mendapat kebaikan yang sama.

Friday, October 26, 2012

Air Susu Dibalas Air Tuba


Seorang pemuda, Deng Jinjie (27) sedang asik bermain di taman dengan dua ekor anjingnya. Tiba-tiba ia mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai di dekat taman. Ia pun segera berlari menuju sungai. Tampak suami-istri sedang berenang di sungai dan terus berteriak minta pertolongan.




Ternyata, mereka panik melihat anak mereka yang sedang berenang memakai ban pelampung terlihat semakin jauh terbawa arus sungai. Anak berusia 5 tahun tersebut sudah terpisah hingga jarak belasan meter dari orang tuanya.

Tanpa pikir panjang, Jinjie langsung melompat ke sungai untuk memberi pertolongan. Dua orang warga lainnya juga ikut menyebur ke sungai membantu usaha penyelamatan Jinjie. Berkat pertolongan mereka, ketiga anggota keluarga tersebut berhasil sampai ke tepian sungai dengan selamat.

Namun, ketika semua terlihat sudah berakhir, orang-orang baru menyadari ada satu hal yang tak beres. Jinjie, sang pemimpin usaha penyelamatan tidak terlihat di mana-mana. Mereka akhirnya menyadari bahwa Jinjie kehabisan tenaga saat berenang dan terbawa arus sungai. Warga lalu menghubungi polisi dan petugas pemadam kebakaran, yang pada akhirnya berhasil menemukan Jinjie yang sudah tewas karena terlalu lama berada di dalam air.





Yang membuat semua orang terkejut, saat semua orang sibuk berusaha mencari Jinjie, keluarga yang baru saja diselamatkan oleh pahlawan mereka dengan taruhan nyawa itu malah melangkah pergi begitu saja dari lokasi. Tak sedikitpun ucapan terima kasih terdengar dari mulut mereka. Dan pada saat seseorang dari keramaian bertanya, "orang yang menyelamatkan kalian masih berada di dalam air, mengapa kalian pergi?" Sang ibu dari keluarga tersebut malah menjawab "Itu bukan urusan saya".

Betapa mengenaskan nasib Jinjie. Perbuatan baiknya menolong orang malah dibalas dengan air tuba.

Berita ini sedang ramai di kalangan netters Cina. Keluarga yang belum diketahui identitasnya ini menerima hujan hujatan. Di mana pun berita ini muncul, kolom komentar akan dipenuhi dengan berbagai hujatan dan permohonan agar identitas keluarga tersebut dicari hingga jelas dan diperlihatkan ke publik.

Sebuah pelajaran bagi kita, jangan sampai lupa mengucapkan "terima kasih" atas hal baik yang orang lakukan, serta berupayalah selalu untuk membalas segala kebaikan. Jangan sampai deh, menjadi seperti kata pepatah, "Kacang lupa kulitnya." Astaghfirullah..

Kisah Semangkok Bakmi


Pada sebuah malam...

Ana bertengkar hebat dengan ibunya. Penuh amarah yang membuncah, akhirnya Ana meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Dalam perjalanannya, ia baru menyadari sama sekali tdk membawa uang. 

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai dan mencium harumnya aroma masakan sang pedagang bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkuk, tetapi tak sepeser uang pun di kantongnya.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" 

" Ya, tetapi, aku tidak membawa uang," jawab Ana dengan malu-malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.. 

"Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai.

"Tidak apa-apa. Aku hanya terharu," jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi. Tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah," ucapan Ana disertai sedu-sedan sambil meneruskan curahan hatinya, "Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri." 

Pemilik kedai setelah mendengar perkataan Ana menarik nafas panjang...
"Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan, kau malah bertengkar dengannya."

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tdk berpikir tentang itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan, hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya. 

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang". 

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia langsung bersimpuh penuh air mata dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat (keluarga) khususnya orang tua, kita semestinya berterima kasih hingga habis usia dilekang waktu.

 

Blog Kawanku

  • *Oleh Kurnia Putri Utomo ( +kurnia putri utomo )* Sabtu, 1 Agustus 2015 pada pukul 05.30 tepat saya mengendarai motor bebek menuju ke warung nasi pecel yan...

Followers

Booo !! Buahahahaha It's Me Vaiz. Powered by Blogger.